Jurnal merupakan referensi yang paling sering digunakan oleh para civitas
akademika, sebagai dasar atau pedoman dalam melakukan penelitian di perguruan
tinggi, karena materi-materi yang dipublikasikan merupakan materi terkini dan
merupakan hasil temuan atau hasil penelitian. Jurnal juga merupakan media bagi
civitas akademika, dalam meningkatkan kemampuan dalam hal pengembangan
keilmuannya. Pada saat sekarang ini, munculnya publikasi jurnal elektronik
menggeser peran jurnal dalam media cetak yang di anggap terlalu lama dan
membutuhkan biaya yang besar dalam hal penerbitan dan pemanfaatannya. Dan munculnya
jurnal elektronik, juga mengakibatkan perpustakaan lebih memilih untuk
berlangganan jurnal elektronik dibanding dengan media cetak. Hal ini
dikarenakan, jurnal elektronik lebih mudah di akses di bandingkan jurnal cetak. Dan juga jurnal elektronik memiliki informasi yang lebih mutakhir dan dapat diakses
cepat oleh para ilmuwan atau peneliti dalam menunjang kegiatan penelitiannya. Tetapi
apakah pemanfaatan e-journal sudah di manfaatkan dan dipergunakan dengan
sebaik-baiknya oleh para civitas akademika khususnya para mahasiswa? Yukkk kita
simak baik-baik.
Assalamualaikum
teman-teman 😊
Pada artikel kali ini, saya akan memberikan informasi mengenai persiapan
pustakawan dalam menghadapi era digital. Karena di zaman milenial seperti saat ini,
setiap orang sudah dimanjakan oleh kecanggihan teknologi, dan setiap orang menginginkan
sesuatu yang cepat dan tepat alias secara instan. Di abad ke-21, semua orang
akan melalui banyak perubahan pekerjaan untuk menghadapi tantangan masa depan. Teknologi
Informasi dan Komunikasi telah mengubah peran tidak hanya perpustakaan, tetapi
juga pustakawan di lingkungan yang berubah dimana mereka bekerja saat ini.
Pustakawan bekerja di bawah tekanan besar untuk menjadi lebih efisien, untuk
memberikan layanan yang lebih efektif kepada pengguna. Peran pustakawan berubah, untuk menghadapi tantangan baru yang ditimbulkan oleh teknologi informasi.
Pustakawan harus percaya diri dan kompeten bahwa mereka dapat mempersiapkan
diri untuk tantangan baru, berurusan dengan teknologi, mengelola perubahan
secara efektif dan mengklaim peran profesional yang baru. Mereka harus
memainkan peran ganda berkembang di abad ke-21.
Lalu bagaimana peran pustakawan dalam menghadapi era digital, apakah
persiapan mereka sudah matang? apa saja keterampilan yang harus dimilki oleh
pustakawan untuk mengahadapi era digital? Daripada makin penasaran yuk disimak
baik-baik.
Assalamualaikum teman-teman 😊
Kalian semua pasti sudah gak asing lagi dong sama yang namanya “copas”
alias copy paste. Apalagi di zaman milenial sekarang nih, yang pengennya semua
serba instan dan serba cepet. Kita memang sangat di manjakan sama yang namanya
kecanggihan teknologi, sehingga kita terlena dan sering kali menyalahgunakannya.
Tidak dapat dipungkiri, saya pun dulu sering melakukan copy paste, karena tidak
mau terasa ribet dan pengen langsung cepet selesai, yaaa copy paste pilihannya.
Tetapi kalian perlu tahu nih, ternyata copy paste itu sama saja dengan plagiat
loh, karena kita mengambil karya milik orang lain, lalu kita cantumkan ke dalam
karya milik kita dan itu merupakan suatu sifat yang buruk.
Kebayang gak sih kalo kita udah ngerjain sesuatu susah payah, terus
tiba-tiba besoknya ada yang copy paste hasil kerjaan kita sama persis, dan
ngaku-ngaku itu karya dia sendiri, itu rasanya kayak gimana? pasti campur
aduk banget kan, marah, kesel, dan segala macemnya campur aduk jadi satu. Yappp
itu di namakan plagiarisme, nahhh di artikel saya kali ini, saya ingin
memberikan suatu informasi kepada kalian semua mengenai plagiarisme, dan
bagaimana cara mencegah plagiarisme tersebut. Daripada penasaran, yukkk disimak
baik-baik.
Assalamualaikum teman-teman 😊
Di artikel kali ini saya ingin membahas mengenai user education,
sebelumnya udah pada tahu belum apa itu user education? Dari katanya saja, user
education mempunyai arti pendidikan pemakai. Pasti terngiang-ngiang kan di
benak kalian, maksudnya pendidikan pemakai itu apa? emang ada ya user education
di perpustakaan? terus penting banget yaaa harus ada user education tersebut? Nahhh
daripada makin penasaran yukkk disimak baik-baik.
Di dalam perpustakaan, biasanya user education di artikan sebagai
pendidikan pemustaka, atau biasa disebut orientasi pemustaka. Tetapi, pada
dasarnya sama saja, hanya penyebutannya yang berbeda. Jadi, user education
adalah suatu proses dimana seorang pemustaka atau pengguna untuk pertama
kalinya, diberikan pemahaman dan pengertian mengenai sumber-sumber perpustakaan,
yang didalamnya termasuk pelayanan dan sumber informasi yang saling terkait, serta diajarkan bagaimana menggunakan sumber-sumber yang ada di perpustakaan. Dengan
begitu, diharapkan pengguna tersebut dapat menggunakan perpustakaan dengan baik, dan dapat membantu pemustaka melakukan penelusuran secara cepat, tepat dan
efisien.
Tujuan user education di perpustakaan sendiri
apa sih? emang penting banget ya? Nah disini saya juga bakal kasih tau ke
kalian tujuan user education sendiri itu untuk apa.
- Yang pertama paling penting banget nih, agar pemustaka dapat menggunakan perpustakaan secara efektif dan efisien, alias jadi pemustaka yang baik yang tahu tata tertib pada saat di perpustakaan.
- Agar pemustaka mampu menemukan informasi yang di butuhkan dengan cepat dan tepat. Terkadang kita suka bingung kan pas mau cari informasi yang kita butuhkan di perpustakaan, nah dengan diadakan user education ini lah kita dikasih tau gimana sih cara menelusur informasi secara cepat, tepat, dan efisien tentunya. Seperti mengenalkan tata cara menggunakan katalog, komputer dan media lainnya. Dan juga cara menggunakan e-resource sebagai sumber referensi.
- Memperkenalkan kepada pemustaka jenis-jenis koleksi yang ada di perpustakaan dan ciri-cirinya. “Ternyata di perpustakaan itu isinya gak cuman buku doang ya”, pasti itu sebuah kalimat yang kalian ucapkan setelah mengetahui apa saja jenis koleksi di perpustakaan.
- Dan yang terakhir yaitu, mengenalkan kepada pemustaka apa saja jenis layanan dan fasilitas yang tersedia di perpustakaan. Dengan adanya user education di harapkan pemustaka dapat termotivasi untuk berkunjung ke perpustakaan.
Alhamdulillah nih, senangnya saya berkuliah di
UIN Jakarta, karena setiap tahun ajaran baru, perpustakaan rutin
menyelenggarakan orientasi pemustaka. Dan pada tahun ini baru saja dilaksanakan
pada tanggal 24 Oktober 2018, yang diadakan di lantai 7 Ruang Pertemuan Pusat
Perpustakaan UIN Jakarta. Tapi sayang seribu sayang nih yaaa, walaupun sudah
diberikan penyuluhan tentang orientasi pemustaka, masih banyak sekali pemustaka
yang tidak taat aturan saat sedang berada di dalam perpustakaan, seperti,
membawa makanan atau minuman kedalam perpustakaan. Sepele sih memang
kelihatannya, tetapi akibatnya bisa fatal banget lohhh.
Memang kesadaran masyarakat di Indonesia masih
rendah sekali, gimana negara ini bisa maju jika masyarakatnya tidak taat akan
aturan-aturan yang sudah dibuat. Padahal aturan itu dibuat untuk kebaikan kita sendiri.
Ayolah kita menjadi masyarakat yang taat akan aturan, menjadi masyarakat yang
disiplin agar kehidupan ini dapat berjalan dengan baik. Jadi dapat disimpulkan
bahwa, user education di dalam perpustakaan itu sangat penting keberadaanya. Walaupun
di Indonesia sendiri masih jarang sekali peprustakaan yang melakukan user education, kebanyakan di perpustakaan perguruan tinggi saja. Semoga kedepannya seluruh
perpustakaan yang ada di Indonesia, dapat melaksanakan user education agar
perpustakaannya dapat dipergunakan dan dimanfaatkan dengan baik. Sekian artikel
ini saya buat, semoga ilmu dan informasinya dapat bermanfaat untuk kalian semua
yaaa aamiin , salam literasi😊
Untuk informasi lebih lengkapnya dapat dilihat
dibawah sini yaaa
Assalamualaikum teman-teman 😊
Di dalam sebuah perguruan tinggi, perpustakaan utama menjadi jantungnya
perguruan tinggi tersebut. Mengapa dapat dikatakan demikian, karena dengan
adanya pusat perpustakaan dapat mendukung keberhasilan semua aktivitas Tri
Darma Perguruan Tinggi yang berlangsung baik dalam bidang pengajaran, pendidikan, penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat. Gak kebayang kan, kalo suatu universitas atau perguruan tinggi tidak memiliki sebuah pusat perpustakaan,
pasti akan menyulitkan para civitas akademika dalam mencari sebuah informasi.
Nahhh di artikel kali ini, saya ingin memperkenalkan pada kalian semua tentang
pusat perpustakaan di kampus ku tercinta ini hehe. Yuppp langsung aja disimak
bareng-bareng cekidot......
Pusat Perpustakaan ini berada di Kampus 1 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Jl.
Ir. H. Djuanda No.95, Ciputat, Kota Tangerang Selatan. Biasa disebut “PU” oleh para mahasiswanya, PU
adalah singkatan dari Perpustakaan Utama. Alhamdulillah pusat perpustakaan UIN
Jakarta sudah terakreaditasi A, untuk informasi selengkapnya dapat dilihat
disini ya http://perpus.uinjkt.ac.id/content/perpustakaan-resmi-mendapatkan-nilai-akreditasi-%E2%80%9C%E2%80%9D
Pusat perpustakaan ini terdiri dari 7 lantai yaitu :
- Lantai 1 : Lobby hall dan receptionist
- Lantai 2 : Loker atau tempat penitipan tas
- Lantai 3 : Ruang administrasi dan perkantoran (kepala perpustakaan, tata usaha, layanan teknis (pengadaan, pengolahan, pemeliharaan, layanan bebas pustaka)
- Lantai 4 : Ruang koleksi umum, BI Corner, layanan sirkulasi (peminjaman/pengembalian)
- Lantai 5 : Ruang koleksi khusus islam, koleksi referens, layanan multimedia
- Lantai 6 : Ruang koleksi skripsi, tesis dan disertasi, koleksi UIN Syahidania, koleksi majalah, jurnal dan koran
- Lantai 7 : Ruang pertemuan yang biasa digunakan untuk acara seminar, ruang American Corner, Canadian Corner, Saudi Arabian Corner, Munawir Corner, ruang serba guna, ruang penelitian
Untuk waktu pelayanan perpustakaan, dibuka pada hari senin sampai jumat dari
pukul 09.00-20.00 WIB, dan pada hari sabtu buka hanya setengah hari saja, yaitu
dari pukul 09.00-12.00 WIB. Untuk hari minggu dan hari libur nasional pusat
perpustakaan tutup. Pusat perpustakaan dapat diakses oleh para civitas
akademika UIN Jakarta, dan juga dibuka untuk umum. Tetapi untuk masyarakat umum,
sebelum mengakses layanan yang ada di perpustakaan, harus mendaftarkan dirinya
terlebih dahulu di lantai 1. Di Pusat Perpustakaan UIN Jakarta juga terdapat
fasilitas penunjang, seperti toilet disetiap lantai dan juga musholla. Oiyaaa
ini nih yang paling penting, Pusat Perpustakaan UIN Jakarta juga sudah
berlangganan e-journal dan e-book lohhh sehingga memudahkan para mahasiswa yang
sedang mengerjakan tugas ataupun sekedar mencari informasi.
Cuman sayang seribu
sayang nih, untuk pemanfaatan e-book maupun e-journal disini belum digunakan
dengan sebaik-baiknya oleh para pemustaka. Sayang banget kan, padahal untuk berlangganan
e-resource tersebut tidaklah murah, sayang banget nih pemanfaatannya masih
kurang baik. Jadi buat kalian khususnya para mahasiswa, manfaatkanlah fasilitas
perpustakaan yang ada dengan sebaik-baiknya yaaa jangan di bodoamatin gitu aja,
kalian tuh harus tau kalo di e-resource seperti itu banyak sekali informasinya, apalagi buat referensi tugas kuliah dijamin worth it deh.
Jadi udah tau kan, sekilas bagaimana Pusat Perpustakaan UIN Jakarta, yukkk
ajak teman-teman, saudara, kerabat untuk datang berkunjung kesini, apalagi
untuk kalian nih para mahasiswa yang ingin mencari buku referensi atau sekedar
ingin mengerjakan tugas kuliah, sok monggo dateng aja gratis ko gak bayar hehe.
Semoga tulisan ini dapat bermanfaat yaaa buat kalian semua yang sudah membaca,
dan jangan sungkan-sungkan untuk di share informasinya ke teman terdekat kalian.
Terimakasih, salam literasi 😊






